Tuesday, July 23, 2013

Ragu

Ketika semua beralih
Hati ini berdalih
Seolah tak ingin pergi
Hanya dapat menunggu pagi
Lihat ke arah mentari
Menatap sambil menari
Tergantung pada seutas tali
Semua tak akan kembali

Otak tetap meragu
Kenangan selalu mengganggu
Langkah tak mau maju
Walau waktu terus melaju
Berusaha tuk bangun
Melupakan yang anggun
Melupakan yang haru
Membuka lembaran baru

Dibalik cahaya

kulihat pohon itu
daunnya berguguran
kau lihat jauh dalam mataku
penuh dengan keraguan

kulihat bulan itu
langit tetaplah gelap
kau lihat senyumku
hati tetaplah kelam

Tuesday, July 9, 2013

Kenangan satu dan lainnya

Dua manusia itu bertemu
Hanya senyum tiap kata terucap
Kenangan terus dibangun
Demi mimpi yang mereka tatap
Lalu datanglah kelam itu
Saat perbedaan terungkap
Salah satu meragu
Kedekatan menguap

Badai belum berlalu
Sosok lain menetap
Hancurkan hati dan senyum
Hingga tak bisa terlelap
Yang lain terus beradu
Tiada dukungan di dapat
Badai semakin mengganggu
Keputusan dibuat

Dan satu terpuruk
Tapi mimpi tetap teringat
Walau semua telah hancur
Tetap coba semangat
Demi mimpi yang lalu
Demi kenangan yang indah
Sampai semua berlalu
Dua manusia itu terpisah

Semua tangis pilu
Terganti senyum lebar
Waktu terus berlalu
Tapi tetap bersabar
Menanti cerita baru
Dengan penuh harapan
Saat indah bersama dulu
Hanya tinggal kenangan

Aliran

Air mengalir
Begitu pula waktu
Air ini seakan berhenti
Dan pikiranku berpacu
Air yang dulu begitu jernih
Hanya terlihat di hulu
Air terus mengalir
Tatapanku tertinggal jauh

Permulaan

Sebuah cerita yang tersirat
Dalam pikiran seorang manusia
Sejak hati yang terluka
Kata menenangkannya
Mencurahkan semua
Dalam sebuah tulisan
Ditujukan untuk seseorang
Atau banyak orang
Berharap yang di sana
Membaca dan melihat
Berharap yang membaca
Mengerti dan merasa
Tulisan yang kan tertuang
Ada maknanya
Tidak hanya untuk dia
Tapi untuk semua orang